Selasa, 11 Oktober 2011

COLLECTIVE SECURITY


Masalah keamanan merupakan hal yang sangat menarik karena menyangkut kedaulatan Negara, maka akan mengarah pada masalah perang dan damai. Maka pemerintahan global diharapkan dapat mengatasi hal tersebut secara khusus dan substansive. Maka, Pada abad ke 20-an terjadi perubahan besar-besaran  dalam hal keamanan dengan menggunakan doktrin collective security yang mencoba menggantikan ‘’self help’’ balance of power yang berlaku sebelum tahun 1914 dengan system yang melibatkan komitmen setiap bangsa untuk keamanan bangsa lain. Collective security mencoba untuk menggambangkan antara “perpetual peace” dan “Concert of Europe”. Perpetual peace merupakan Proyek perdamaian yang paling terkenal dari Kant.Basic idea dari proyek ini adalaah untuk mengatasi perang. Negara-negara eropa akan membentuk parlemen untuk memperbaiki perselisihan. Keputusan kolektif diman Negara tidak akan punya lagi kekuatan untuk bertidak sendiri untuk masalahnya sendiri. Concert of Europe
Perjanjian  perdamaian antara Negara eropa untuk mengakhiri perang napoleon yang ditanda tangani di Austria pada tahun 1815 yyang dimotori oleh pangeran van mattrnich. Dan menciptakan balance of power anatar kekuatan utama eropa yaitu Austria, Prussia, kekaisaran rusia, dan inggris. Dan hal ini juga mengahasilkan perdamaian 100 tahun (the golden age diplomacy).
Collective security berasumsi bahwa segal bentuk penyerangan adalah salah. Collective security menggambarkan perdamaian bersama. Dalam collective security, Negara saling bekerja sama untuk tidak saling menyrang satu sama lain dan untuk membela satu sama lain. Prinsip dasar di belakang konsep ini dapat disimpulkan ke dalam sebuah perkataan “one for all and all for one”. Collective security merupakan salah satu alat untuk menjaga  perdamaian  dunia . collective security mengacu pada sebuah mekanisme  legal untuk mencegah agresi dari negara manapun dengan negara-negara yang lain yang bertujuan untuk

menjaga keamanan Negara-negara yang berada dalam system itu. Collective security berfokus pada hal yang telah jelas yaitu masalah agresi.konsep ini dianggap menjanjikan karena seakan menjamin keamanan
terhadap semua Negara yang bergabung dalam system tersebut bukan hanya pada Negara-negara tertentu saja misalnya Negara yang kuat. Dalam collective security  semua berkomitmen  untuk bersatu guna menghentikan agresi dan memperbaiki perdamaian dimana PBB dan IGOs lainnya menyediakan material dan sumber-sumber yang mungkin untukmelawan agresi dan menjaga perdamaian.
Kelebihan collective security adalah ia tidak menjatuhkan kedaulatan Negara justru menggunakan konsep kedaulatan yang lebih luas untuk kepentingan yang lebih luas dibanding dengan kepentingan nasional.
Namun lambat laut, collective security dianggap gagal karena Negara kesulitan untuk membedakan mana yang penyerangan dan mana yang korban dalam konflik internasional. Selain itu, meskipun Negara sudah aling berjanji dan berkomitmen terkadang ada Negara yang tidak menepatinya karena merasa bahwa itu bukan kepentingannya. Atau karena Negara  menganggap hal tersebut beresiko atau terlalu mahal.

FUNCTIONALISM

Dapat tugas dari dosen, awalnya n’g ngerti… susah banget, tapi setelah dikaji baik-baik akhirnya aku ngerti.
Semoga bermanfaat…..:-)
   Apa itu fungsionalisme?
Fungsionalisme dicetuskan oleh David Mitrany sekitar abad ke 20-an yang merupakan turunan dari liberalism. Fungsionalisme adalah pendekatan yang penting bagi institusi internasional sebagai sebuah “working peace system”. selanjutnya ada 2 garis besar yang dapat dipahami terkait dengan “woking peace system” yaitu :

-          Form follows fuction
Terdapat bebera proposi :
·         Bahwa kerjasama hanya akan terjadi apabila hanya focus pada kegiatan tertentu (spesifik) yang dilakukan oleh Negara.
·         Bentuk kerja sama harus disesuaikan sifat dan fungsinya sehingga sesuai dengan apa yang diperlukan.
-          Peace in parts
Menggambarkan harapan akan hasil kolektif dari masalah individual dalan kerjasama fungsional.
Kedaulatan Negara merupakan hal utama bagi power suatu  Negara. Dalam sebuah kerja sama internasional, institusi mewakili Negara . secara bertahap kekuatan-kekuatan tadi bergeser dari Negara ke organisasi fungsional. Jadi, kapasitas Negara untuk bertindak senakin berkurang.
Dalam kerangka kerja sama yang seperti ini, pendekatan fungsional dipercaya akan mampu untuk mengintegrasikan negara-negara yang tergabung dalam satu kawasan tertentu karena sifatnya yang saling menguntungkan satu-sama-lain dimana kerjasama bersifat nonpolitis.
Fungsionalisme adalah teori paling tua yang membahas integrasi, dimana ia membangun ‘perdamaian dengan potongan-potongan’ lewat organisasi transnasional yang fokus pada kedaulatan bersama ketimbang menyerahkan kedaulatan masing-masing negara pada sebuah institusi supranasional.Dengan kerjasama funsional akan mendorong komponen Negara untuk bergabung dalam badan-badan yang bersifat non-politis dan akan menguntungkan secara timbale balik sesuai dengan kepeentingan nasionalnya.
JADI, intinya funsionalisme berusaha untuk membuat negara saling bekerja sama dimulai dari hal-hal yang kecil misalnya masalah lingkungan, kesehatan, dsb sehingga negara dapat bekerjasama tanpa memikirkan lagi kepentingan nasionalnya dan terjadilah perdamaian.